Wednesday, December 31, 2008

PENYAKIT MENTAL

Penyakit mental, disebut juga gangguan mental, penyakit jiwa, atau gangguan jiwa, adalah gangguan yang mengenai satu atau lebih fungsi mental. Penyakit mental adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Penyakit mental ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita (dan keluarganya).

Penyakit mental dapat me-ngenai setiap orang, tanpa mengenal umur, ras, agama, maupun status sosial-ekonomi. Penyakit mental bukan disebabkan oleh kelemahan pribadi.

Di masyarakat banyak beredar kepercayaan atau mitos yang salah mengenai penyakit mental, ada yang percaya bahwa penyakit mental disebabkan oleh gangguan roh jahat, ada yang menuduh bahwa itu akibat guna-guna, karena kutukan atau hukuman atas dosanya. Kepercayaan yang salah ini hanya akan merugikan penderita dan keluarganya karena si sakit tidak mendapat pengobatan secara cepat dan tepat.

Thursday, December 11, 2008

Perubahan yang Kita Butuhkan

Kalimatan khafiifataan 'ala al-lisan thaqiilataan
fil-miizaan. Dua kalimat yang ringan diucapkan namun
berat timbangannya di Hari Kiamat. Kalimat ini akan
menghapus dosa-dosa, bahkan jika dosa tersebut
sangat berat, dua kalimat ini akan menghapusnya.
Rasulullah SAW menganjurkan dua kalimat ini kepada
para Sahabat agar diamalkan, yaitu Subhaanallaahi wa
bihamdihi Subhaanallaahil 'Azhim Astaghfirullah.
Kalimat ini cukup kuat untuk menghapus dosa apapun.

Kita hidup di dunia ini yang berlari sangat cepat
menuju tujuan akhirnya. Manusia mengira mereka akan
hidup selamanya. Namun, sebagaimana yang Allah SWT
jabarkan kepada kita dalam Kitab Suci al-Qur'an:

Innaa 'aradhnaa amaanata 'alas samaawaati wal ardhi
wal jibaali fa abaina ay yahmilnahaa wa asyfaqna minha
wa hamalahal insaanu innahuu kaana zhaluuman jahuulaa

Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada
langit, bumi dan gunung-gunung, namun semuanya enggan
untuk memikul amanat itu karena mereka khawatir akan
mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh
manusia. Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amat
bodoh, (QS Al-Ahzab [33]:72)

Kita telah diberikan harta ini, Allah SWT berfirman,
"Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi,"
dan mereka menolak, "Tidak, Ya Rabbi! Kami tidak
sanggup mengembannya. Ini sulit." Manusia menjawab,
"Kami bisa mengemban amanat itu," dan Allah SWT
menyebut manusia sebagai zhaluuman jahuulaa. Mengapa
manusia mau memikulnya? Langit dan bumi menolak,
"Tidak, kami tidak bisa mengembannya. Jangan
pikulkan amanat tersebut kepada kami." Karena jika
langit dan bumi mengembannya dan gagal, maka Allah SWT
akan menghancurkan jagad raya ini. Itulah mengapa
kalian melihat jagad raya disini.

Itulah amanat yang manusia emban. Itulah mengapa Allah
SWT menimpakan bencana atas manusia, tapi berpengaruh
terhadap planet bumi. Siapakah yang terkena dampak
jika ada banjir? Kita, manusia. Karena kita berani
memikul amanat tadi. Jika kalian ingin harta itu, maka
jagalah agar harta itu tetap bersih sebagaimana Aku
memberikannya kepada kalian. Jika tidak, Aku harus
membersihkan kalian. Apakah kalian membiarkan anak
laki-laki atau perempuan kalian kotor? Apakah kalian
membiarkan diri kalian juga kotor? Tentu tidak, kita
bergegas mandi.

Jadi, mengapa kita membiarkan harta kita kotor? Kita
membaca Kitab Suci al Qur'an, membaca hadis-hadis suci
dan meletakkan ayat-ayat dari Kitab Suci al Qur'an di
rumah dan sekolah. Namun, apakah kita mengambil hikmah
dari ayat-ayat tersebut?

Melihat – semua orang melihat bayinya Masud dan mereka
senang. Mengapa kita tidak tersenyum untuk menjaga
harta kita tetap bersih? Mata semua orang selalu
menengok ke orang yang tidak berdosa (seperti bayi)
Namun mata kita tidak menengok ke orang dewasa, karena
kita penuh dosa. Itulah perbedaan utamanya.

Awliyaullah mampu menyeimbangkannya. Mereka punya
penglihatan itu. Mereka tidak menyukai apapun dalam
jagad raya ini. Satu-satunya yang mereka inginkan
adalah bagaimana agar mereka dari hari ke hari semakin
dekat ke Hadirat Ilahi agar sampai ke tujuan mereka.
Hari ini kita menyetir untuk sampai ke sini dan kami
menghitung menit demi menitnya, berapa menit lagi kami
sampai. Kami ingin sampai di tempat tujuan.

Semua orang ingin sampai ditempat tujuannya. Kita
mengebut untuk sampai disini jam 8, agar sampai di
tujuan tepat waktu. Jiwa kita juga mengebut untuk
sampai tujuannya. Tubuh kita tidak menginginkan itu.
Karena tubuh mengemban amanat tersebut. Jiwa kita
bersih karena tidak menginginkan amanat itu. Sedangkan
tubuh bodoh dan zalim.

Dunya pun mengejar tujuannya. Tidak seorangpun dapat
menghentikannya. Para Imam, presiden, raja pun tidak
bisa menghentikan tujuan Dunya yang sedang mencapai
tujuan akhirnya agar mencapai tujuan-tujuan kita.
Akhir itu semakin mendekat. Awliyaullah punya sebuah
komputer -kalian perhatikan kini komputer sudah sangat
sangat canggih- komputer sangat kecil dan punya
semuanya. Ketika waktu sholat datang, komputer
menyerukan azan. Waktu Zuhur datang, komputer
menyerukan azan.

Bagaimana komputer bisa tahu? Dengan mengkalkulasikan
detik. Kalian tidak punya aplikasi seperti ini. Apakah
Anda punya, Imam? Saya punya 1 buah disaku. Selesainya
di waktu sholat 'Isya. Benda itu menyerukan azan.

Planet bumi ini bergerak menuju tujuannya untuk
melakukan sajdah. Ya Rabbi, saya mendekati tujuan,
saya melakukan perjalanan dengan cepat untuk
mencapai-Mu. Tidak satupun bisa menghentikannya.
Awliyaullah tahu tanda-tandanya. Awliyaullah hidup
dengan tanda-tanda tersebut. Tanpa pertanda,
Rasulullah SAW memprediksikan tanda-tanda Hari Kiamat,
berakhirnya jagad raya ini.

Ketika Jibril menanyakan 3 buah pertanyaan kepada
beliau tentang Islam, iman dan ihsan. Kemudian Jibril
bertanya lebih lanjut, "Beritahukanlah kepadaku
tentang hari kiamat?" dan Rasulullah SAW menjawab,
"Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang
bertanya." Kemudian Jibril bertanya, "Beritahukanlah
kepadaku tanda-tandanya? " dan Rasulullah SAW
menyebutkan tanda-tanda Hari Kiamat. Salah satunya:
orang-orang Badui yang bertelanjang kaki, yang miskin
lagi penggembala domba berlomba-lomba dalam mendirikan
gedung-gedung tinggi. Mengubah gurun pasir menjadi
surga, surga dunia.

Awliyaullah menghitung Hari Kiamat dari waktu ke
waktu. Nah, apakah yang Awliyaullah lakukan? Mereka
berada di hadirat Tuhan mereka. Rasulullah SAW
bersabda, "Waktu terbaik bagiku adalah ketika sedang
sholat." Mengapa Syaikh? Bagi Rasulullah SAW waktu
terbaiknya adalah saat sedang sholat. Bagi
Awliyaullah, kapankah waktu terbaik bagi
mereka? Dalam sholat mereka. Ketika kalian membaca
al-Fatihah, kepada siapa surat itu kalian tujukan?
Alhamdulillah. Ya Rabbi, segala puji bagiMu. Ar-Rahman
ar-Rahim, kalian sedang berbincang langsung kepada
Allah SWT dan salam, rasa hormat serta menerima bahwa
Engkau-lah Tuhan kami. Jadi, mengapa kita berdo'a
dengan tergesa-gesa?

Jika kalian bersama seorang gadis, (dia tersenyum).
Anda mengundang gadis itu hari ini untuk sekedar minum
kopi atau teh, mengapa? Saya tidak memberikan contoh
ini, karena memang itulah yang terjadi. Dan anda ingin
bicara dengannya, kan? Anda berusaha memperpanjang
atau menyingkat waktu? Anda berusaha memperpanjang
waktu bersama gadis itu, mengapa? Karena hasrat anda
mendesak anda melakukan itu.

Lalu bagaimana dengan hasrat kita untuk memperpanjang
waktu saat kalian sedang sholat? Malah sebaliknya,
kita mempersingkatnya, ya Imam? Kita selalu
tergesa-gesa. Itu sebuah contoh kecil. Itu terjadi
pada kita semua. Saya tidak membuat pengecualian pada
kita. Kita semua seperti itu.

Kaum ulama memberikan ceramah hari ini di mimbar atau
memberikan presentasi di sekolah-sekolah atau
universitas berusaha membahas persoalan sangat penting
yang sedang muncul. Mengapa para ulama berbicara
terlalu tinggi. Perhatikanlah yang dibawah kalian.
Kalian memperpanjang atau menghabiskan waktu kalian
dengan seorang wanita atau teman-teman, namun kalian
memperpendek waktu kalian bersama Allah SWT ketika
sedang melakukan sholat.

Kullu hizbin bima ladayhim farihoon - Tiap-tiap
golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi
mereka (masing-masing) ." (QS. Al-Mu'minuun [23]:53)

Kami membuat tafsir dari ayat ini. Mereka
menerjemahkan menjadi 100 makna berbeda. Namun salah
satu maknanya adalah bahwa anda selalu bersama
pengikut setan, karena anda selalu berupaya
menghabiskan waktu anda untuk selain Allah, sedangkan
pada saat sholat menghadap Allah, anda mempersingkat
waktunya.

Apa yang Awliyaullah lakukan? Mereka memperpanjang
sholat mereka, mereka memperpanjang sholat hingga
sempurna. Itulah mengapa dalam sholat tarawih,
Awliyaullah memanjangkan sholat agar bisa membaca
Kitab Suci al Qur'an dalam sholatnya. Bukan pada masa
Rasulullah SAW melafalkan Kitab Suci al Qur'an hingga
khatam dan bukan pada masa Rasulullah SAW membaca
Kitab Suci al Qur'an hingga khatam. Namun dimulai pada
masa ke-Khalifah- an Sayyidina 'Umar (r.a), mereka
menjadikannya 20 raka'at dan kini mereka memutuskan
untuk melafalkan seluruh juz dalam Kitab Suci al
Qur'an.

Mengapa? Supaya mereka dapat berlama-lama di Hadirat
Allah SWT. Jadi, kita harus memperpanjang sholat tidak
tergesa-gesa agar kita bisa lebih lama di Hadirat
Allah SWT. Apa yang kalian punya dalam 5 Rukun Islam:
syahadatu an la ilaha illa-Allah wa anna Muhammadan
'abuduhu rasuluhu wa iqaamus shalaat, wa ita-uz zakat,
wa shawmu Ramadhaan wa hajjul bayti*. Perhatikan,
*SubhanAllah* dalam sholat ada 5 Rukun.

Awliyaullah tidak buta, mereka melihat. Saat kalian
mengucap Allahu Akbar. Iqaamus shalaat. Kalian ada
didepan Ka'bah. Saat kalian duduk tahiyat: *asyhadu an
la ilaha illa-Allah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu
wa rasuluh.

Jadi, ada 2 buah Rukun disana. Saat mengucap "Allahu
Akbar" kalian tidak dalam kondisi makan dan minum.
Jadi, kalian sedang puasa. Saat mengucap "Allahu
Akbar" kalian tidak sedang bekerja. Kalian
mengerjakan amal. Pada saat itu, kalian sanggup
bekerja namun kalian meluangkan waktu, kalian mengisi
waktu itu dengan ibadah sholat.

Jadi, saat mengucap "Allahu Akbar" kalian ada
dihadapan Ka'bah. Jangan pikir kalian tidak ada
disana. Bagi yang tidak bodoh dibawa Awliyaullah ke
Ka'bah. Namun kita tidak dapat melihatnya. Ada tabir
pada diri kita. Kalian saat sholat melihat tembok atau
imam. Namun sesungguhnya, kalian bukan sholat
menghadap tembok, kalian sholat menghadap Ka'bah.

Apakah Allah SWT tidak punya kekuatan untuk
menyingkirkan tabir untuk memperlihatkan kepada kalian
bahwa ada di hadapan Ka'bah? Kita berucap, "Allahu
Akbar," bahwa "Allah Maha Besar!" Apakah Dia tidak
bisa menyingkirkan tabir dan memperlihatkan Ka'bah
kepada kalian? Kini, kalian menyalakan TV dan melihat
Ka'bah.Tidak bisakah Allah SWT menyalakan TV surgawi
dan membawa kalian ke Ka'bah? Tentu bisa, namun ada
tabir pada kita. Bukan Allah yang membuat tabir itu,
tapi kitalah yang memberi tabir pada diri kita
sendiri.

Dunya ini bergerak menuju tujuannya. Tahun lalu di
bulan Maret tepatnya pada Maulid an-Nabi SAW
pergerakan dunya dimulai. Mereka membukakannya. Mereka
membukakan kepada orang-orang untuk melihat; bagi
orang-orang yang tahu bahwa ada perubahan yang datang.
Perubahan tersebut adalah sebuah pembukaan agar
sesuatu besar yang akan terjadi.

Awliyaullah menunggu, menunggu dan menunggu sesuatu
yang akan terjadi itu. Dari bulan Maret tahun lalu di
California, banyak orang mendengar itu. Banyak pesan
datang bahwa sebuah perubahan akan terjadi. Perubahan
itu terjadi. Jangan pikir tidak ada Awliyaullah yang
telah diberikan otoritas oleh Allah SWT atas dunia
ini. Mereka punya otoritas atas dunia ini. Allah
SWT memberikan kekuatan itu pada Awliyaullah.

Dengan perintah Mawlana, 2 minggu yang lalu saya
datang ke sini dan dengan perintah Mawlana minggu ini
saya datang ke sini. Kedatangan ini bukan karena saya
ingin datang atau karena Anda mengundang saya. Dua
tahun yang lalu saya tidak datang. Namun ada sebuah
pesan penting untuk disampaikan, minggu ini juga harus
disampaikan.

Saat Awliyaullah ingin kalian melihat, maka kalian
akan melihat. Saat Mawlana Syaikh ingin kalian
melihat, maka kalian akan melihat. Kalian bukanlah
sang Syaikh. Kalian adalah domba. Saat domba jantan
ingin melihat, dia bisa membawa seluruh kawanan
kembali ke rumah demi keselamatan.

Dan apakah yang dimiliki oleh para pemburu? Mereka
punya anjing untuk mengantarkan mangsa kepada pemburu.
Mangsa. Kalian mengirim anjing kemana-mana untuk
menggiring mangsa untuk datang. Ada sebuah pesan
pada orang itu 2 minggu yang lalu. Orang yang
bertanggung jawab atas seluruh wilayah secara
spiritual. Tiap wilayah diseluruh dunia ada dibawah
tanggung jawab seorang wali. Dan Sultan al-Awliya
bertanggung jawab atas seluruh dunia. Ada sebuah pesan
untuk disampaikan kepada seorang yang bertanggung
jawab atas wilayah Midwest dan ucapan selamat kepada
wali yang bertanggung jawab tersebut.

Jadi, Awliyaullah tidak terhijab. Saat Awliyaullah
ingin mengirim sebuah pesan, mereka tinggal
mengirimnya. Nah, Mawlana Syaikh ingin mengirimkan
pesan tersebut. Karena inilah abad perubahan semakin
mendekat. Ada sesuatu yang akan berubah di seluruh
dunia, dari buruk menjadi baik. Allah SWT tidak
mengubah dari baik menjadi buruk. Allah SWT mencintai
para hamba-Nya - Dia menghendaki perubahan dari buruk
ke baik.

Itulah mengapa judul sohbet ini "Perubahan yang Kita
Butuhkan". Mereka tidak boleh mengubah judulnya.
Awliyaullah mengubah inspirasi dihati mereka untuk
berubah dan perubahan pun terjadi. Dan dengan situasi
baru ini, ada sebuah perubahan besar yang akan terjadi
bagi semua orang dengan merasakan kebahagiaan, semua
orang bersyukur kepada Allah SWT karena inilah
persiapan untuk dunia ini mencapai tujuannya. Saat
dunia ini mencapai tujuannya, kita mencapai tujuan
kita.

Berkali-kali saya bertanya kepada Mawlana Syaikh
(semoga Allah memberi beliau panjang umur) tentang
kaki beliau. Karena kaki beliau bengkak dan beliau
selalu menolak untuk diobati. Mengapa? Orang-orang
bertanya-tanya. Kami bertanya-tanya, namun saat beliau
ingin kalian tahu, maka kalian akan tahu. Beliau ingin
menanggung rasa sakit agar para pengikut beliau tidak
akan merasakan sakit di dunya atau akhirat. Beliau
memikul rasa sakit ini, agar para pengikut beliau
tidak merasakan sakit di dunya atau akhirat serta
beliau akan mengorbankan keselamatan dan kenyamanan
beliau demi kita agar bisa merasa nyaman.

Awliyaullah tidak bertindak tanpa ijin. Kini adalah
waktunya dimana Allah SWT pun menguji para wali.
Berapa kalikah Rasulullah SAW ditimpa kesulitan
sedangkan beliau adalah Penutup para Nabi? Beliau
diberikan kesulitan demi tubuh suci beliau. Tubuh
beliau suci dan ikut pergi saat Mi'raj dan masih saja
beliau diperlakukan dengan buruk oleh kaumnya dalam
Perang Uhud. Pasa saat itu mereka mematahkan gigi
beliau. Peristiwa itu terjadi setelah Mi'raj.

Seseorang yang Mi'raj dengan tubuh sucinya dan kembali
lagi ke dunia ini, Allah SWT tidak pernah meninggalkan
beliau sendiri: "Ya Muhammad, angkatlah kesulitan
dari Ummah." Untuk mengangkat kesulitan, beliau harus
mengalami patah gigi. Itu sangat sakit.

Allah SWT menguji Awliyaullah -jangan pikir Allah SWT
tidak akan menguji mereka. Allah SWT ingin para
Awliyaullah memikul sebanyak mungkin tanggung jawab
para pengikut mereka. Seperti seorang Syaikh dan wali
yang kalian punyai. Kaum ulama adalah anak-anak
dipintu
Awliyaullah. Mereka bukanlah Awliyaullah - mereka
adalah orang-orang yang belajar dan yang masih punya
kesombongan, kebanggaan, hawa dan nafsu. Karena mereka
masih belum mau berusaha berjuang melawan perilaku ini
untuk mencapai tingkat ihsan. Maka mereka tidak
memperoleh lebih dari tingkat pertama dari 2 tingkat.

Awliyaullah sudah jauh dalam maqam al-ihsan untuk
mengubah tingkah laku mereka menjadi lebih baik. Saya
pernah berkali-kali melihat Mawlana, setelah semua
orang tertidur, beliau mengambil sampah didalam rumah,
dan memperlihatkan kepada saya, apa yang dilakukan
seorang ulama dan yang dilakukan seorang yang mengaku
wakil atau deputi. Beliau mendatangi tempat sampah dan
tidak bicara apa-apa kepada semua orang.

Beliau mengambil sampah dan melihat sekerat roti,
beliaupun mengambilnya. Beliau melihat makanan itu
disana dan mengambilnya. Menyimpannya dan kemudian
pada hari berikutnya, beliau tidak makan apa-apa
dimalam hari karena tidak merasa lapar. Tapi pada hari
berikutnya saat orang-orang makan di meja makan
beliau, beliau membawa makanan yang diambilnya dari
tempat sampah dan memakannya. Aku melihat itu ratusan
kali. Tidak saat ini, namun ketika beliau ada di
Damaskus tahun 1980an. Tunjukkan pada saya kalau ada
ulama yang melakukan dialog antar agama mau melakukan
seperti itu. Tidak, mereka membuang-buang makanan.
Maulana Syaikh tidak pernah membuang nikmat apapun
dari Allah SWT.

Allah SWT meninggalkan Fira'un. Allah SWT berfirman,
"Aku akan menghancurkan Fira'un demi Sayyidina Musa."
Mengapa Allah SWT tidak menghancurkan Fir'aun pada 40
tahun sebelumnya? Karena Fir'aun mempunyai kebiasaan
mengumpulkan remah-remah makanan yang berjatuhan
dari meja. Fir'aun mengumpulkan dan memakan
remah-remah tersebut. Fir'aun berkata, "Aku tidak bisa
membuang remah-remah ini karena inilah nikmat dari
Allah."

Karena saat tujuan datang -karena kita berada dijalan
menuju tujuan akhir- dan tujuan mendekat. Jadi,
persiapkan diri kalian untuk tujuan tersebut. Nah,
saat tujuan akhir/masa hidup Fir'aun mendekat, setan
datang dan berkata, "Kau sudah menyimpan makanan dan
remah-remah. Kenapa? Kau kan Tuhan! Tinggalkan itu!"

Berapa kali kita membuang remah-remah bekas kita
makan? Di meja kita dan di lantai. Bukan hanya itu,
kita mengambil makanan dan membuangnya. Saya tidak
berencana membicarakan ini dan Mawlana Syaikh
bersikeras untuk mengatakan bahwa perubahan mendekat.
Dan perubahan tersebut mulai pada Maulid an-Nabi SAW
dibulan Maret. Sebagian orang di California mendengar
dan melihat perubahan itu. Barang siapa yang memahami,
maka dipahami maksud dari perubahan tersebut.

Mawlana menyebutkan nama seseorang yang sedang datang.
Dan orang itu sudah datang sekarang. Dan kami akan
melihat perubahan apa yang akan terjadi. Ini bukanlah
perubahan beliau dan bukan juga perubahan para
pengikut beliau. Bukan, ada sebuah perubahan surgawi
mendekat. Perubahan menjadi lebih baik. Bukan hanya
bagi kaum Muslim, tapi buat semua orang. Allah SWT
tidak membedakan siapa yang Muslim dan yang tidak.
Tapi perubahan bagi semua orang. Urusan akhirat lain
lagi. Allah SWT memberikan sebuah perubahan yang sudah
dinanti-nanti

Friday, November 21, 2008

Pemimpin

Puisi by:Ali Akbar Rosyad






Wahai generasi muda Islam
Tibalah sudah saatnya
Jiwa kepemimpinanmu
Kau tunjukkan di penjuru Dunia


Sikap adil bijaksanamu
Kau terapkan di masyarakat
Sikap jujur dan wibawamu
Untuk teladan masyarakat
Sikap berani dan ketangguhanmu
Menolong kaum lemah teraniaya


Semoga Dunia
Mengenang Jasamu

UNTUK SELAMANYA

Sunday, November 9, 2008

OPLH

Assalamalaikum...

Kini SMP-SMA Luqman al Hakim,Hidayatullah Surabaya telah mengangkat struktur OPLH baru Pada waktu Summer Camp di Dlundung-Trawas-Mojokerto.Tahun lalu tidak ada OPLH SMP,melainkan OPLH SMA.Karena tahun ini sekolah kami cukup berkembang dan jumlah santri baru juga meningkat,maka tahun ini diangkat OPLH dari SMP dan juga dari SMA.

Kami pengurus OPLH baru, telah membuat website pribadi OPLH yang baru dibuat pada hari Minggu tanggal 9 November tahun 2oo8.

Semoga OPLH angkatan baru semakin meningkat,semakin baik,dan semakin maju daripada OPLH tahun lalu.
amiin.......

STRUKTUR OPLH 2008-2009

# PENASEHAT : MARNI MULYANA, LC

# GURU PEMBINA :

- M. ASY’ARI, S.Ag

- AGUS SIRADJUL MUNIR, S.Pd.I

- BAIHAQY A, W,. LC

- M. KHOIRUR ROZIKIN, S.Psi

- IBADURRAHMAN, S.Pd

- M. IQBAL, S.SIp

# MPO : MUHAMMAD FAHMI

# KETUA I : SYAFRIZAL AJI KUSWANTORO

# KETUA II : IZZUDIN AL QOSSAM

# SEKRETARIS I : GAMMA M. AL HAKIM

# SEKRETARIS II : SIROJUDIN HAKIM

# BENDAHARA I : SYAIFUD ABROR

# BENDAHARA II : AZIZ AMINURRAHMAN

# DEPT. KEROHANIAN DAN KEAMANAN:

- NERYS ABDUL AZIZ

-ABDUL FATAH AL ANSHORI

- CHOIRIN ULMI FAJRIN

-IHSAN M.IRGAM

- ALI AKBAR ROSYAD

-NUZUL ARIFIN

# DEPT. KESEJAHTERAAN,KEBERSIHAN,KESEHATAN DAN INFORMASI,KOMUNIKASI:

- BAYU KURNIAWAN

- IMAM WAHYUDI

- ANDA ARSYAD ANWARI

-VKI EVENDI

# DEPT. BAHASA DAN PENDIDIKAN.OLAHRAGA,SENI :

-M.MIRZA FIRDAUS

-DIMAS YUSUF

-FATH HAMDANI

-ADAM FERDIANI

-IQBAL FARABI

-REZA FAHRUDIN H.

-IKBAR LUQYANA